Senin, 29 Juli 2019

BERTUMBUH MENJADI DEWASA

T U G A S 


I. BACA RENUNGKAN DAN TULISKANLAH PESAN DAN PENGERTIAN YG KAMU TEMUKAN DIDALAM NATS FIRMAN TUHAN DIBAWAH INI:
1. KELUARAN 2:1-10:..............................................
2. MAZMUR 31:15:...................................................
3. MAZMUR 37:23:...................................................
4. MAZMUR 139: 13-16:............................................
5. AMSAL 17:1:..........................................................
6. LUKAS 2:41-52: .....................................................
7. 1KORINTUS 3:1-4: ...............................................
8. EFESUS 4:30-32:....................................................
9. KISAH RASUL 16:31:...........................................................
10. KISAH RASUL 4:12:.............................................

Defenisi Asfek2 Dewasa:

II. CARIALH DI INTERNET ARTI DARI ASFEK DEWASA DIBAWAH INI:
1.  Aspek Fisik atau Jasmani: .............................................................
2. Aspek Intelektual atau Berfikir: .....................................................
3. Aspek Emosi: ..................................................................................
4. Aspek Sosial: ...................................................................................
5. Aspek Moral & Spiritual: ................................................................
6.  Identitas Diri: .................................................................................


Tulis dibuku masing masing. Gbu all

     

Rabu, 19 Juni 2019

DEWASA

1.      Aspek Fisik atau Jasmani
     Yang termasuk dalam aspek fisik selain bertambahnya tinggi, berat badan juga otot-otot adalah hal-hal seksual, yaitu perkembangan kemampuan organ seksual maupun ciri-ciri seksual yang semakin membedakan antara pria dan wanita.
     Ciri-ciri dewasa dalam aspek fisik yaitu :
1   Menerima hal-hal tidak bisa diubah dari ciri-ciri fisik yang ada sejak lahir,
2   Menempatkan seks pada proporsi yang wajar.
3   Dapat memilih makanan yang memenuhi persyaratan gizi.
4   Memiliki keseimbangan antara bekerja dan istirahat.
     
       2.   Aspek Intelektual atau Berfikir.
     Menjadi dewasa secara intelektual berarti menggunakan akal budi untuk melakukan penilaian tentang benar tidaknya sesuatu sehingga terjadi pertimbangan yang matang dalam menghadapi masalah atau mengambil keputusan. 
     Ciri-ciri dewasa dalam aspek Intelektual :
1.   Dipimpin akal sehat.
2.   Tekun.
3.   Hidup dalam dunia realitas.
4.   Melihat ke masa depan.
5.   Menarik manfaat dari kegagalan.
6.   Rajin dan mau berusaha.
7.   Memiliki inisiatif.

3.   Aspek Emosi.
     Dewasa secara emosi artinya mampu mengendalikan perasaan dengan cara yang tepat untuk alasan yang tepat dan ditunjukkan pada orang yang tepat.
Ciri-ciri dewasa dalam aspek Emosi :
1.   Dapat mengontrol emosi.
2.   Percaya pada diri sendiri.
3.   Bebas dari iri hati.
4.   Dapat menunggu untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
5.   Memiliki emosi yang wajar dan dengan kadar yang sesuai : malu, takut, rasa
      bersalah.
6.   Tidak merasakan kesepian walaupun sendirian.
Catatan : Alienasi : mudah merasa kesepian walaupun di tengah keramaian.

4.   Aspek Sosial.
Ciri-ciri dewasa dalam aspek Sosial :
1.   Memiliki teman baik pria dan wanita.
2.   Dapat bergaul dengan teman sebaya maupun yang beda usia.
3.   Tidak terpengaruh oleh teman sebaya (bebas dari peer pressure).
4.   Melihat dari sudut orang lain (dapat merasakan sukacita/dukacita orang lain).
5.   Melihat apa yang baik pada orang lain.
6.   Obyektif dalam menilai diri sendiri dan orang lain, mengaku kalah ketika
      memang kalah.
7.   Menghormati orang tua, tetapi tidak bergantung pada mereka.
8.   Memiliki rasa humor, mampu menertawai diri sendiri.
9.   Bertanggung jawab atas kesalahan pribadi.
10. Dapat menyesuaikan diri dan menempatkan diri.
11. Senang atas keberhasilan orang lain.
12. Dapat mempercayai orang lain.
13. Sabar mendengar cerita orang lain.
14. Bisa dekat dengan orang lain dan membina keintiman.

5.   Aspek Moral & Spiritual.  
Ciri-ciri dewasa dalam aspek Moral-Spiritual  :
1.  Menerima nilai moral yang berlaku universal untuk kebaikan semua (jujur, tanggung jawab, keberanian, keadilan, kebenaran, komitmen, kepedulian, kesetiaan, kesabaran, toleransi, kerjasama, integritas, menghormati hak orang lain, pengorbanan untuk sesuatu yang luhur/mulia).
2.  Berbuat baik pada orang lain.
3.  Takut akan Tuhan.
4.  Memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.
5.  Menggunakan hidupnya untuk memuliakan Tuhan.
6.  Bersyukur untuk apa yang dimiliki.
7.  Tahan menderita secara wajar.
    
     6. Identitas Diri.
Orang yang dewasa dalam aspek identitas diri ini mengenal bukan hanya kekuatan, melainkan juga kelemahan dirinya ; ia tidak menjadi sombong dengan semua kelebihan yang dimiliki karena pada saat yang sama ia tahu bahwa kekurangannya pun ada.
Pemahaman tentang identitas diri sering dikaitkan dengan harga diri atau konsep diri, yaitu bagaimana seseorang menghargai dan menilai dirinya sendiri.

Minggu, 13 Januari 2019

ORANG DEWASA, AWAS LIDAHMU!

Yakobus 3:1-12
Tetapi tidak seorang pun yang menjinakkan lidah, ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan racun yang mematikan. (ayat 8)
Lidah, merupakan salah satu organ tubuh yang kecil. Lincah berkelit tidak mudah tergigit. Bentuknya mini, andilnya maxi. Oleh lidah, kita mengecap dan bertutur kata. Bahkan melalui lidah penyakit yang sedang dialami dapat dideteksi. Lidah yg berwarna kuning ada bakteri, yg warna merah ungu, jantung panas, berwarna merah disisi lidah, berati sakit empedu dan ginjal, jika lidah berwarna ungu, bab tidak lancar. Lidah retak tandanya masuk angin dan jika warnanya pucat tandanya orang itu sedang kurang darah. Dengan lidah orang memuji Tuhan, dengan lidah pula orang dapat menghujat sesame ciptaan Tuhan. Melalui lidah, orang Kristen membangun persekutuan dan dengan lidah itu pula persekutuan itu dapat dihancurkan. Dengan lidah orang dapat berhasil atau menjadi terdakwa dipengadilan. Lidah itu tajam, bahkan lebih tajam dari pedang. Mudah terhujam, menimbulkan perpecahan dan awal terjadinya perang. Lidah itu penting sekaligus berbahaya, sebab itu setiap orang percaya harus sungguh-sungguh mengawasi dan mengendalikan lidahnya (Ams 10:19-21).
Rasul Yakobus mengibaratkan lidah kita yang kecil itu dengan beberapa hal, yaitu:
Pertama, Sebagai mulut kuda yang harus dikenakan tali kekang. Kuda itu kuat, larinya cepat, geraknya tangkas. Oleh kuda jarak jauh menjadi dekat, beban berat menjadi ringan. Kuda merupakan symbol keperkasaan dan kemapanan orang. Kuda yang sudah dikendalikan, menjadi berkat bagi pemiliknya. Demikian juga lidah yang dikendalikan, pengaruh positifnya sangat besar. Dengan lidah orang menjadi orator ulung dan meraup untung. Dengan lidah orang menghibur dan masyhur. Dengan lidah orang meyakinkan orang sehingga bertindak sesuai yg dikehendaki.  Manfaatnya besar  tak terbantahkan. Bentuknya mini, tetapi manfaatnya maxi, haleluya!!!. 
KeduaSebagai Kemudi kecil yang dapat mengendalikan kapal besar. Kapal itu besar dan berlayar ke arah yg samar. Tetapi dengan kemudi kecil, kapal besar dikendalikan sehingga selamat ditujuan. Lidah adalah kemudi. Lidah menuntun diri sendiri dan menuntun orang lain. Lidah yang diperbaharui akan memastikan kita tiba ditujuan seperti yang dirancang Tuhan, bahkan menjadi berkat besar bagi dunia, (Amsal 12:18-19). Hikmat dan kebodohan orang dapat dikenal melalui lidahnya. Berbahagialah orang yang mampu mengawasi dan mengendalikan lidahnya.
Ketiga, Sebagai Api yang mampu membakar habis hutan yang luas. Api yang kecil menolong manusia. Kita menjadi hangat, makanan jadi matang. Tetapi jika api sudah besar, ia menjadi musuh yang menakutkan. Susah dihadang apalagi dipadamkan. Besar kecilnya api tergantung manusia. Jika kita mengawasi sejak kecil, api itu menjadi rahmat. Jika tak ada yang dibakar api tidak akan kemana-mana. Demikan juga dengan lidah. Kita awasi dan kita kuduskan. Tong kosong nyaring bunyi, demikian pepatah berkata. Banyak berkata banyak dusta, demikian orang bijak berpesan. Sebaliknya, tak berkata juga salah. Niat yg luhur, saran yang manjur serta Visi yang kudus tak dapat dimengerti orang lain. Boleh berkata banyak, tetapi jujur dan tulus. Melalui perkataan, kita menguatkan yg lemah dan dengan kata pula yang putus asa kita bangunkan harapan baru. Perkataan kita Jadi berkatt!!!
Keempat, Sebagai Binatang buas yang ganas dan mematikan. Buas artinya ganas, tak punya konfromi apalagi belas kasih. Lidah yang lembut disebut bagai binatang yang buas, luar biasa. Itu artinya lidah itu sangat ganas, salah-salah dapat menjadi boomerang dan tombak yg menusuk hati orang lain. Situasi yang aman bisa jadi rusuh, yang akur bisa bertempur, yg kasmaran jadi bertengkar, yang bulan madu bisa pisah ranjang, semuanya karena binatang buas  yaitu lidah. Mulutmu adalah harimaumu, demikian orang bijak berpesan supaya awas dengan perkataannya.
Dari empat gambaran tentang lidah tersebut, dua yang mengarah utk kebaikan dan dua lagi mengarah pada ancaman. Artinya, lidah itu memiliki potensi positif dan potensi negative yang sama besar, tergantung orang yang mempergunakannya.
Apa yg harus kita lakukan supaya lidah kita mengarah pada hal-hal positif? 
Firman Tuhan berkata, jagalah hati (Ams 4:23) dan kuduskanlah mulut, itulah solusi utamanya. Roma 10:10 mengatakan: “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan”. Artinya, pemahaman sebagai orang yang sudah diselamatkan sangat penting. Kemudian kerinduan untuk diperbaharui terus menerus oleh Roh Kudus adalah tingkatan selanjutnya. Dengan demikian, kita mampu mencerminkan kekristenan yang sejati yang selalu berkata positif dan yang membangun. 
Hidup yang sudah dipulihkan Kristus akan memiliki lidah yg dikuduskan. Dan lidah yg sudah dikuduskan menghasilkan perkataan yang selalu memuliakan Kristus sehingga menjadi jalan berhasil setiap orang, Haleluyah...... Amin. 
(Doaku menyertai setiap saudara, Pdt Haposan R Hutapea, STh, MA)

TUGAS SISWA:
Bacalah renungan ini dengan seksama, kemudian buatlah 25 soal pilihan ganda berdasarkan tulisan renungan tersebut diatas............, YCB all. (Beri tanda utk jawaban yg benar)

Pilihan jawaban, cukup A, B, C. 
Contoh:
A. Berdoa
B. Bernyanyi
C. Menari

Tugas mandiri melengkapi Materi zoom hari Jumat. Kerjakan dibuku masing2 sambil santai dirumah... 

Bapak tagih hari jumat

Minggu, 22 Juli 2018

PERAN ORANG TUA

*Di Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847 , lahir seorang anak bernama panggilan Tommy.*  Dia lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja, tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak-anak lainnya.

Saat belajar di sekolah, kisah homeschooler, Tommy tidak mampu untuk mengikuti pendidikan yang dijarkan di sekolahnya. Oleh sebab itu , Tommy selalu mendapatkan nilai buruk dan mengecewakan. Sangat bodohnya anak ini dalam pandangan pihak sekolahnya, sehingga para guru memilih untuk ‘angkat tangan’ dalam usaha mendidik Tommy.

Pada suatu hari, guru sekolah Tommy memanggil Tommy dan memberikan sepucuk surat kepadanya. Guru tersebut berpesan, "jangan buka surat ini di perjalanan, berikan kepada ibu mu”.

Tommy kecil dengan gembira membawa surat itu pulang dan memberikan kepada ibunya. Menerima surat itu, ibu Tommy membacanya, lalu menangis. Sambil berurai air mata, dia membaca surat itu dengan suara keras : “Putra Anda seorang jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidiknya. Agar anda mendidiknya sendiri,” ujar sang Ibu dengan suara lantang.

Ibu Tommy lalu berkata kepada Tommy bahwa “Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ibu yang akan mendidik kamu.”

Ibunya kemudian menarik Tommy kecil ke rumah dan meninggalkan sekolah. Tommy menjalani pendidikan di rumah. Dengan demikian Tommy pun belajar dengan bebas dan leluasa di rumahnya tanpa harus memikirkan nilai-nilai pelajaran yang harus dicapainya.

Di rumah, Tommy pun melahap buku-buku ilmiah dewasa. Satu karakter yang luar biasa yang dimiliki Tommy adalah keinginan tahunya yang luar biasa besar ditambah sifat dasarnya yang pantang menyerah menghadapi apapun.

Karena itu Tommy pun melakukan eksperimen – eksperimen hebat. Sebelum memasuki usia sekolah Tommy sudah berhasil membedah hewan-hewan, hal ini karena keinginan tahunya yang besar terhadap hewan-hewan di sekitarnya.

Di usia 12 tahun, Tommy kecil sudah memiliki laboratorium kimia kecil di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat telegraf yang sekalipun bentuk dan modelnya sederhana dan primitif tapi sudah bisa berfungsi.

Kisah homeschooler di usia nya yang masih belia, Tommy sudah bekerja dan mencari uang sendiri dengan berjualan koran di kereta api selama beberapa tahun. Kemudian Tommy bekerja sebagai operator telegraf, kemudian ; Tommy pun naik menjadi kepala mesin telegraf di Amerika.

Saat usia Tommy 32 tahun, dunia tidak lagi gelap gulita ketika malam hari. Tommy yang dianggap bodoh waktu kecil itu berhasil menciptakan bohlam lampu pijar, yang mengubah wajah dunia selamanya.

Jauh setelah Ibunya wafat dan Tommy telah menjadi tokoh penemu ternama, suatu hari di rumah dia melihat-lihat barang lama keluarga. Tiba-tiba dia melihat kertas surat terlipat di laci sebuah meja. Dia membuka dan membaca isinya: "Putra Anda anak yang bodoh. Kami tidak mengizinkan anak Anda bersekolah lagi,” demikianlah isi surat yang sesungguhnya yang dibawa dan diberikan Tommy kepada ibunya, dahulu waktu sepulang sekolah.

Tommy menangis berjam-jam setelah membaca surat itu.
Dia kemudian menulis di buku diary nya:
*"SAYA , THOMAS ALFA EDISON , ADALAH SEORANG ANAK YANG BODOH, YANG KARENA SEORANG IBU YANG LUAR BIASA, MAMPU MENJADI SEORANG JENIUS PADA ABAD KEHIDUPANNYA."*

Jika kita menikmati lampu yang terang saat ini , ingatlah bahwa kita berhutang bukan pada seorang Thomas Alfa Edison, tetapi kepada seorang Ibu yang melihat dengan cara yang berbeda. Cara dari mata kasih orangtua.

Jika suatu hari nanti , putra atau putri anda mendapat “cap bodoh”, “cap nakal” , “cap lamban” atau cap lainnya , yang sama seperti Thomas Alfa Edison kecil, maka siapa yang akan anda percayai?

Minggu, 10 September 2017

SETIAP ORANG BERHARGA/MAMPU

Seorang pria yg tidak lulus ujian masuk universitas, di nikahkan orang tuanya.

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai  satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat.

Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia menjadi boss yang memiliki kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depan nya masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku ?

Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana :
Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.... Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul.

Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.

Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, teruskan ke orang lain.
Anda akan ikut berbahagia apabila orang yg tadinya susah menjadi sukses.

Delapan kalimat di bawah ini, adalah intisari kehidupan :

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleran, seberapa banyak pun teman nya, akhirnya akan sendirian.

3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.

4. Orang yang tidak bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat pun kerja nya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

6. Orang yang tidak bisa menabung, dapat rejeki terus pun tidak akan bisa menjadi kaya.

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bahagia.

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, berobat terus pun tidak akan berusia panjang.

Persembahan dri JAMU TETES SAPU JAGAD
LABDAWARA.
( dg izin Allah bisa menyembuhkan 80 mcm pykit).
Dg motto:SEMBUH TANPA KAMBUH
Anda bisa pesan di WA. 0823 1487 3024.
www.jokam99.co.id

Selasa, 05 September 2017

AKU SUDAH DEWASA

Lukas 2:41-52
Beragam pemahaman orang tentang kedewasaan. Ada yang berkata, orang dewasa adalah orang yang sudah memilki fostur besar, berusia diatas 17 tahun. Jika ia seorang pria, ia sudah berkumis, tubuh berotot, dan mulai tertarik dengan lawan jenis. jika ia seorang wanita, ia sudah menstruasi, organ seksual nya berkembang, suka bergincu dan tertarik dengan lawan jenis.. Betulkah seperti itu saja tanda-tanda orang yang sudah dewasa?
Melalui renungan ini kita perlu mengkaji kedewasaan dari dua dimensi.

I. Dimensi teologis. 
Secara teologis paling tidak ada beberapa indikator orang yang sudah dewasa, yaitu:
Orang yang dewasa rindu menyenangkan hati Tuhan, dan mengerti cara melakukan hal tersebut. Selain itu orang dewasa selalu rindu mendengar suara Tuhan. Orang yang dewasa akan tekun berdoa sebab ia menyadari dirinya sebagai pribadi yang terbatas sekaligus menyadari beragamnya tantangan dan ancaman serta sadar mengenai beratnya persaingan disetiap dimensi kehifupan sosial. Orang dewasa rajin baca Alkitab, tekun mendengar khotbah sekaligus melakukannya. Orang dewasa juga memahami tanggungjawabnya sebagai orang percaya. menjadi teladan dalam segala aktivitas, disiplin dan taat terhadap aturan, dan mengenali sekaligus meninggalkan gaya hidup yang tidak selaras dengan firman Tuhan. Intinya, orang dewasa adalah seorang pribadi yang selalu rindu melakukan hukum kasih dalam kehidupan sehari-hari (Mat 22:37-40). Artinya ia mengasihi Tuhan, membangun hubungan yg intens melalui persekuan roh. Dalam kaitannya terhadap diri, dia mengasihi  diri dan memahami apa yang baik dan yang berguna untuk dimakan utk hidup sehat.

II. Dimensi sosiologis. 
Orang dewasa adalah orang yang selalu berjuang membangun hubungan yang murni dan tulus sekaligus cerdas dengan sesamanya. Murni dan tulus, cerdas itu berarti mengasihi orang lain dengan berusaha menjadi sesama utk semua orang. Orang dewasa dalam fimensi sosial adalah memiliki motivasi yang murni sebagai foundasi berelasi dan menetapkan kesucian sebagai rambu utama hidup bersama. Dalam kaitannya terhadap diri, dia mengasihi diri (bukan mrnangisi diri) dan memahami apa yang baik dan yang berguna untuk dimakan, yang pantas untuk dipakai dan kriteria teman yang dapat dibuat sebagai rekan sepergaulan. Secara sosial orang yang dewasa adalah orang yang sanggup bergaul dengan setiap orang dari semua bentuk tingkat sosial, umur dan suku dan latar belakang sosial lain. Orang yang dewasa sudah tidak egois sebaliknya mudah berempaty. Orang yg dewasa tidak lagi minder dan tidak lagi tertutup tetapi menerima diri apa adanya, berani membuka diri untuk dikenal serta sanggup menghargai orang lain. Orang dewasa tidak suka cemburu dan tidak suka memegahkan diri. Orang yg dewasa mampu bekerja sama dan tidak mudah putus asa.
Orang dewasa adalah orang yang mengetahui prioritas dan memiliki tujuan hidup yang jelas seperti yang Tuhan kehendaki. Sehingga tetap focus dan bergairah menjalani panggilannya didalam kehidupan sehari-hari

Psikologi membedakan enam asfek perkembangan yg ada pada manusia:
     1.      Aspek fisik
            Berkembangnya otototot, badan bertambah tinggi atau besar
     2.      Aspek intelektual
-   Mulai mampu menggunakan akal budi untuk menentukan benar tidaknya sesuatu sehingga menjadi pertimbangan saat mengambil keputusan
     3.      Aspek emosi
- Mampu mengendalikan perasaan dengan cara yang tepat untuk alas an yang tepat.
     4.      Aspek social
-    Mampu berhubungan benardengan orang lain dengan baik dan benarwalau berbeda usia, pendidikan dan latar belakang.
     5.      Aspek moral
-     Memiliki pedoman mengenai apa yang benar dan baik untuk dilakukan
     6.      Aspek spiritual
-   Memiliki pengayatan apa yang terbaik bagi Tuhan dan yang dikehendaki Tuhan dan menjadi standar moral bagi dirinya.
Karakter adalah pikiran, perkataan, perbuatan serta sikap kita sehari-hari.
Karakter baik berarti mendatangkan kebaikan buat diri sendiri dan orang lain. Karakter buruk berarti sikap yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

KARAKTERISTIK ORANG YG BERPIKIR POSITIF, HAMACHEK:
     1.      Memiliki keyakinan terhadap diri dan pendapat sendiri
     2.      Mampu bertidak benar disegala keadaan
     3.      Memiliki keyakinan mengatasi masalah
     4.      Merasa setara dengan orang lain, tidak minder
     5.      Sanggup menerima dirinya apa adanya
     6.      Menerima pujian secara wajar
     7.      Mampu menolak usaha orang lain yg mencopba mendominasi dirinya
     8.      Sangat menikmati hidup
     9.      Mampu mengakui segala bentuk perasaannya kepada orang lain
     10.  Peka terhadap kebutuhan orang lain
KARAKTERISTIK ORANG YG BERPIKIR negative , philip emert dan William brooks:
*Peka pada Kritik
*Resfonship terhadap pujian
*Hiperkritis, suka mengkritik orang lain tetapi tdk mau dikritik
*Pesimis dan cenderung menghindari kompetisi sehat.

Tugas siswa/siswi:
I.
1.Tuliskan pengertianmu tentang dewasa....................................................................

2.Bacalah dan renungkanlah nats yang diatas, kemudian tuliskanlah indikator dewasa melalui sikap dan tindakan Yesus di usia 12 tahun................................................................

3.Tuliskanlah dengan jujur: tindakan serta sifat seperti apakah yang harus kamu tinggalkan supaya kamu dapat disebut orang dewasa?..............................................................

4.Halangan-halangan apakah yg timbul sehingga tidak mampu meningalkan sifat negatif 
tersebut..........................................................................................................................

5.Karakter positif seperti apakah yang perlu kamu pertahankan..............................

II. Tuliskanlah indikator dewasa menurut ayat dibawah ini: 
 1Korintus 3:1-9 : .........................................................................................................................
 I Samuel 2;16    : ..........................................................................................................................
 1 Samuel 2: 26    : ..........................................................................................................................



Rabu, 07 Juni 2017

Ayat Emas

Matius 7:12 (TB)  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

http://www.bibleforandroid.com/v/b5dc94b23b52

Kolose 1:16-17 (TB)  karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

http://www.bibleforandroid.com/v/6367133e5507

Wahyu 2:1
Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Yesaya 41:10 (TB)  janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

http://www.bibleforandroid.com/v/6361a9daef81

Jeje
Roma 15:13 (TB)  Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

http://www.bibleforandroid.com/v/9c01d792fe0a

Lia
Kolose 4:5-6 (TB)  Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

http://www.bibleforandroid.com/v/7de628e0590a