Rabu, 21 Agustus 2024

SELAMAT, ANDA ADALAH SISWA ZAITUN

Mazmur 128:1-6
Anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! (ay 3a)
Tuhan merancang setiap keluarga Kristen diberkati. Orang tua diberkati, anak-anaknyapun diberkati. Itulah sebabnya pengenalan kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya sumber berkat dan satu satunya Tuhan Yang Mahakuasa sangat penting dan harus diestafetkan dari generasi ke generasi. Itu pula alasan mengapa orangtuamu mengajarkamu tentang Tuhan. Karena anak-anak yang memiliki kerohanian yang teguh akan rindu mengenal Tuhan dan kebenaran-Nya ( Hosea 4:6 ). Dengan kerohanian yg teguh seorang anak akan mandiri sekaligus memiliki nilai-nilai kristiani. Sebagai anak, kamu akan menjadi seorang pribadi yang penuh ambisi sekaligus hormat dan perduli. Menjadi seorang kristiani yang kritis,  cerdas multi dimensi. Lebih dari itu dan yang tidak kalah penting ialah, kamu menjadi pribadi yang selalu merasa aman, percaya diri dan bangga dengan dirimu. Untuk orang yang seperti ini Tuhan akan dimuliakan dan orang tua akan menikmati kebahagiaan. (ayat 1). Apa kontribusimu sebagai seorang siswa kristiani demi kebahagiaan keluarga? 
contoh bentuk buah zaitun
(disadur dari tokopedia.com)
Setiap siswa kristiani harus “seperti pohon zaitun sekeliling mejamu”. Zaitun adalah buah dengan biji yang amat keras tetapi daging lembut. Semakin ia dikunyah, rasanya akan semakin manis. Seorang siswa Kristen harus demikian. Ada dua hal yg terkandung di dalam ayat tersebut. Pertama, seorang siswa kristiani harus berpendirian kuat sekaligus toleran. Solider terhadap kebaikan namun tidak kehilangan pertimbangan. Awalnya mungkin disalah mengerti, tetapi pada akhirnya akan nampak betul sikap manisnya dan santun perilakunya. Kehadirannya selalu dinanti-nanti banyak orang. Kalau berpisah darinya akan menjadi kenangan yang tak terlupakan, kalau bersua akan mendatangkan kehangatan dan keceriaan. Minyak zaitun merupakan mintak pilihan untuk rumah Tuhan. Kemanapun siswa seperti ini pergi, dia akan menjadi pelita. Dan jika setiap siswa Kristen menjadi pelita, dunia akan diberkati, pemulihan akan terjadi dan Kristus dimasyhurkan semua orang. Itulah sebabnya mendidik anak-anak sejak dini itu sangat menentukan. Perbuatan seperti itu bagaikan seorang petani menanam benih. Atau bagai seorang pebinis berinvestasi, sebuah investasi yang pasti. Kasih, apresiasi dan disiplin adalah didikan terbaik. Kedua, Seorang siswa kristiani dewasa adalah seorang yang dekat dengan papa dan dengan mamanya sekaligus perduli dengan keadaan kedua orang tuanya. Mengikuti tatakrama keluarga, dan mendengar serta taat nasehat dan ajaran luhur orang tuanya.
Untuk menjadi siswa zaitun paling tidak membutuhkan dua kualitas. 
Kualitas pertama. Tuhan haruslah menjadi ukuran segala kegiatannya. Kekudusan, kesungguhan dan pengorbanan harus selaras dengan standarnya Tuhan. Esensinya adalah rendah hati bukan kemegahan diri. Muaranya adalah perduli bukan antipati. Ethos belajar  harus diatas rata-rata, bukan ala kadarnya apalagi asal asalan. Kemudian selalu menunaikan setiap tugas sampai tuntas dan dengan totalitas.
Kualitas kedua, Tuhan harus menjadi tujuan akhir dari semua yang kita lakukan. Setiap siswa kristiani, setelah menunaikan tugas dan menuai hasil yg memadai, harus berkata “supaya Tuhan dimuliakan. Supaya Tuhan ditinggikan maka saya siap direndahkan. Karena Tuhan itu suci maka saya harus selalu mau diproses. Aku harus berubah. Watak, perilaku karakter saya harus diperbaharui". Nats di atas berkata: “Allah akan memberkati engkau dari Sion”. Artinya setiap berkat, diberikan sesuai prinsip-prinsip keadilan Tuhan. Esensinya ialah, cara terbaik dan benar hanyalah caranya Tuhan. Waktu terbaik hanyalah waktunya Tuhan. Tuhan yang berkuasa sekaligus berdaulat, manusia tidak bisa paksa. Yang manusia lakukan hanyalah berdoa dan berusaha, selebihnya adalah urusan Tuhan. Dan kita tahu, cara, waktu dan kualitas karunia Tuhan itu adalah yang terbaik. Berkat yg benar hanyalah yg berasal dari Sion. Sion adalah sumber segala sesuatu yang baik, yg perlu dan yang menyenangkan setiap orang. Percayalah!!
Menjadi 'manusia zaitun' merupakan muara dari kedewasaan seseorang. Kedewasaannya itu confrehenship. Dari aspek phisik, moral, spiritual, sosial, emosi serta intelektual menyatu sehingga bagaikan berlian yg berkilau. 
Salah satunya ialah yang berkaitan dengan Kehidupan Bersama Orang lain  Sama seperti buah dan minyak zaitun sangat berlimpah khasiat dan sangat dibutuhkan seluruh manusia, dimikianlah kamu sebagai siswa kristiani. Kehadiranmu yang berdampak sangat dibutuhkan. Tanpa kehadiranmu, dunia ini terasa hampa dan sepi. Itulah rencana  Tuhan utk setiap siswa - siswi kristiani seperti dirimu.
Tuhan Yesus Kristus memberkati. 
(Pdt Haposan R Hutapea, STh, MA)


Note: Manfaat buah zaitu utk kesehatan: (disadur dari www. khasiat co.id)
1.Mencegah penyakit jantung
2. Anti oksidan
3. Mencegah penyakit kanker
4. Menghambat pertumbuhan tumor
5. Meredakan rasa nyeri
6. Menurunkan kadar gula dalam
    darah
7. Mencegah pikun
8. Pencegah penyakit anemia
9. Melancarkan pencernaan
10. Menyehatkan mata


Minggu, 11 Agustus 2024

SUDAH DISUNATKAH

       S U N A T  K R I S T I A N I
Roma 2:25-26. 
Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati Hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar Hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi artinya (ay25)
Baca juga kejadian 17:1-27.
Alkitab menuliskan, bahwa Abraham adalah bapa dari semua agama yang percaya bahwa Tuhan itu Esa (satu). Didalam Alkitab dengan jelas dituliskan (difirmankan), Abraham meninggalkan kampung halamannya di Ur (Irak zaman sekarang) dan pergi ke Kanaan dan menjadi musafir di sekitar Isarel dan Palestina. Abraham kemudian menjadi nenek moyang Israel (Yahudi modern) sebab nama "Israel" adalah nama yang diberikan kepada cucunya Abraham, yakni Yakub. Nama "Israel" diberikan TUHAN setelah Yakub bergumul dengan Yang Maha Kuasa. Jadi Israel atau bangsa Yahudi secara negara dan politik tidak dapat atau tidak mungkin dipisahkan dari Abraham. Walau Abraham berasal dari Irak (suku Kurdi?) tetapi dia adalah bapa bangsa Yahudi sekaligus Bapa (Pendiri) Agama Yahudi. Di tanah Kanaan atau di sekitar teritorial Israel sekarang, Abraham memulai penyembahan kepada Allah yang Esa tersebut. Di daerah itu pula sunat pertama dimulai.
Proses khitan seorang anak Yahudi. (Foto: www.jewishjournal.com)

Jadi sunat itu adalah produk Agama Yahudi karena diajarkan dan dimulai oleh Abraham yang adalah bapa biologisnya orang Yahudi. Itulah sebabnya, semua orang Yahudi meskipun tidak lagi menganut Agama Yahudi tetap disunat. Jadi Sunat itu bukan produk Agama Katolik, Protestan, Islam melainkan Produk Agama Yahudi, karena Agama Yahudi adalah agama Monoteis (Agama yg mempercai Tuhan itu Satu) yang pertama. Sunat itu adalah Ajaran Abraham, kemudian diajarkan kembali oleh Nabi Musa melalui Taurat. Kitab Taurat adalah kitab suci Agama Yahudi. Dan Nabi Musa adalah buyut cucunya Lewi (Lewi adalah Buyut cucunya Abraham dari Yakub (Israel)). Karena sunat menjadi syariat Taurat maka tuntutan taurat (kewajiban) ada disetiap pelaksanaan sunat. Karena merupakan syariat agama, setiap orang yang tidak taat pada Tuntutan Hukum taurat itu, Harus Mati !!! Jadi Sunat bagi orang Yahudi adalah sebuah syariat (aturan mati) agama yang harus dilakukan sekaligus ditaati. Itulah sebabnya Yesus Kristus itu disunat, sebab sebagai manusia sejati, Yesus Kristus adalah keturunan Yahudi dan generasi 14 dari garis keturunan Abraham. Di dalam diri dan hidup Yesus Kristus itulah kita dapat menemukan esensi dan kualitas moral dan spiritual dari seorang pribadi yang disunat serta melakukan tuntutan sunat yang sebenarnya. Karena Hanya Dialah satu-satunya Pribadi yang mampu memenuhi tuntutan syariat agama yang terkandung dalam Sunat tersebut, yakni Bersih rohani dan Bersih Jasmani. Jadi, sunat itu selain merupakan sebuah cara membaiat anak Yahudi menjadi pewaris Janji Abraham. juga menunjukkan orang yang disunat adalah orang Yahudi dan siap hidup tanpa CELA MELAKUKAN TUNTUTAN HUKUM yang terkandung didalamnya, yakni: Hidup kudus dan bertindak Tulus. Penuh Kasih dan bertindak kasih. Karena sunat merupakan syariat agama (Taurat) yang menuntut kemurnian diri yang mutlak, sunat itu menjadi kuk yang menekan manusia. Dan karena setiap orang tidak mampu atau taat mutlak atas tuntutan Hukum Taurat di dalam Sunat, maka Yesus Kristus mati diatas kayu salib untuk menggantikan orang yang disunat tetapi tidak mampu hidup melakukan tuntutan sunat (kuk tersebut), Haleluya.
Jadi saudara tidak perlu takut, Jika saudara disunat tetapi jatuh didalam dosa dan melanggar syariat taurat, ada berita baik buat saudara: Yesus Kristus Sudah mati untuk saudara. Saudara hanya perlu berdoa kepada-Nya dan berkata demikian: Tuhan Yesus Kristus, tolonglah aku yang berdosa ini, sebab saya tidak mampu melakukan tuntutan sunat didalam diriku. 
Rasakanlah, sebentar kemudian, anda akan mendapat kelegaan dan Pembebasan. Helaluya....
Mengapa Orang Kristen tidak harus disunat, sementara Yesus Kristus disunat? 
Kehadiran Yesus Kristus didunia tidak membawa Agama apapun. Sebagai manusia sejati dan sebagai keturunan Abraham yang ke empat belas, Yesus Kristus memang disunat, tetapi Dia tidak mengajarkan sunat syariat Agama tersebut. Dia tidak menyiarkan Agama Yahudi bahkan tujuan-Nya hadir didunia bukan untuk mendirikan Agama. Yesus Kristus datang dan menjadi manusia sejati untuk mewartakan kasih dan kebebasan sekaligus memberi contoh. Dia tidak membawa kuk (Beban) yang baru melainkan membawa kelepasan satu-satunya. Sunat adalah Kuk yg berat, Anugerah didalam Yesus Kristus adalah kelepasan dari beban berat tersebut. Yesus Kristus tidak melarang Sunat, asal jangan sunat syariat agama yang membuat manusia kembali tertekan berat ( Galatia 5:6; Roma 8:25 ). Yesus Kristus mengajarkan Sunat yang sejati dan yang sempurna yaitu sunat Hati. Hati adalah pusat manusia. Hati yang bersih (disunat hatinya) akan menunjukkan kualitas moral dan rohani yang sejati. Dan hati yang murni dan bersih hanya mungkin terjadi melalui firman Tuhan dan kehadiran Roh kudus. Walau demikian, sunat itu boleh karena membersihkan kulup dan alatnya laki-laki yg belum menikah ( Roma 8:25 ) Sekarang pilih yang mana: mau disunat dengan syariat Agama yg berpotensi membawa engkau ke Neraka, atau disunat hati dan membebaskan engkau dari tuntutan Hukum yang membinasakan (masuk Neraka).Demikianlah kata Alkitab dan Ajaran Iman Kristen.

Kesimpulan:
1. Agama monoteis yg pertama adalah agama Yahudi
2. Nabi Abraham adalah suku Kurdi (bukan Yahudi atau Arab)
3. Sunat pertama dilakukan Abraham ( belum ada nama Agama Agama)
4. Sunat dilanjutkan oleh Nabi Musa yg memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir (Buyutnya Lewi sekaligus
    nabi dan garis keturunan langsung dari Abraham)
5. Sunat menjadi syariat agama Yahudi (hukum Taurat)
6. Setiap orang yang disunat wajib memenuhi tuntutan Hukum Taurat
7. Yesus Kristus disunat karena sebagai manusia Yahudi sejati.  Yesus Kristus adalah keturunan ke 14 Nabi Abraham
8. Yesus tidak mengajarkan sunat sebab Dia tidak menyiarkan Agama, Tidak menyiarkan Agama Yahudi maupun agama Kristen, tetapi memanggil semua orang berbalik kepada Allah. 
9. Orang Kristen tidak melarang disunat tetapi tidak mewajibkan
10. Menurut Alkitab, Sunat hati (Jaga kebersihan hati) jauh lebih penting dari sunat lahiriah. 

Selasa, 15 November 2022

MENJADI SISWA YG BERPRESTASI

(Yosua 1:6 - 9)
......maka engkau akan berunung dan berhasil ( ayat 8b)
Tuhan mengetahui seluruh keberadaan dirimu, bahkan semua yang sedang kamu alami dan rasakan bagaimanapun bentuknya. Sedang susahkah, sedang putus asakah ataukah sedang gagal. Tuhan pun mengetahui bahwa kamu sudah berjuang: belajar dari pagi sampai malam hari. Berdiskusi dan bertanya dengan banyak guru atau teman, bahkan ikut less dan privat, tetapi tetap tidak mengalami kemajuan yg berarti! Anda gagal dan putus asa? Tidak!! Ingat, kamu belum gagal dan tidak akan gagal. Kalaupun saat ini kamu tersendat mungkin itu karena salahmu sendiri. Yakni belum berjuang total serta sering inkonsisten, Suka tergoda dengan hal hal yang tidak penting. Dan suka melupakan Tuhan. Itu berbahaya!! ( Yeremia 17:5-6). Jika anda terus bertindak seperti itu, prestasimu akan stagnan dan kamu akan semakin jauh tertinggal. Apa yang harus kamu lakukan?
Jangan putus asa! Hampiri hadirat-Nya dan katakan kepada Tuhan: "Tuhan, aku membutuhkan Engkau. Aku sudah berdosa karena menyombongkan diri dihadapan-Mu. Selama ini aku mencoba mengandalkan diri dan hikmatku. Ternyata mengandalkan diri itu sia-sia tak menghasilkan apa-apa. kini saya berserah kepada-Mu". Jika kamu bertutur jujur dan bertelut tersungkur kemudian menaikkan mazmur dan memuji Tuhan Yesus Kristus dengan ucapan syukur, itu adalah aksi yg luhur manjur. Tuhan akan membuat engkau makmur, masyhur panjang umur. Percayalah!! Tuhan Yesus Kristus akan semakin menyatakan kuasa-Nya yg dahsyat itu didalam hidupmu. Dia akan terus mengurapi dan menolongmu dengan penyataan-Nya yang luar biasa.
Dalam nats diatas dituliskan: Janganlah engkau lupa memperkatakan Taurat ini tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yosua 1:8) Ada beberapa  hal yang kita temukan dari ayat ini yang dapat kita aplikasikan dalam hidup sehari-hari, yaitu:
Pertama, taat kepada firman Tuhan dan membuat firman tersebut sebagai dasar nilai akan membuat kita menikmati standar mutu rohani serta menuai hasil yang jauh lebih baik dan leluasa menikmati hasil tersebut.
Kedua, Taat kepada firman Tuhan dan membuat firman tersebut sebagai dasar nilai akan mendorong kita bertindak cerdas, kreatif dan hati hati. Firman Tuhan akan memampukan kita mengekselerasi segala bentuk penugasan. Bersama Tuhan dan firman-Nya kamu akan sukses, tetapi diluar Tuhan dan firman-Nya, ka pasti gagal dan menjadi pecundang ( Yesaya 42:6a).
Ketiga, Taat kepada firman Tuhan dan membuat firman tersebut sebagai dasar nilai akan memastikan perjalananmu sebagai pelajar dan sebagai anggota keluarga akan berhasil. Yang lemah menjadi kuat, yang kurang daya tangkap saat belajar akan lebih berhikmat, dan  yang selama ini tersesat akan menemukan jalan (Mazmur 119:94-104).
Sejak dahulu kala, mulai dari zaman Abraham, Ishak dan Yakub sampai zaman sekarang semua kesaksian menegaskan, tak ada orang yang sia-sia mengikut Tuhan Yesus Kristus. Angin kencang memang kerap mengancam, hujan dan badai pun sering menghadang, tetapi untuk setiap orang percaya, semuanya menghasilkan pelangi kehidupan yang indah. Setiap orang yang takut akan Tuhan, akan memiliki akal dan hikmat melebihi orang tua, cerdas, berpengetahuan luas dan menjadi pemenang, Haleluya. 
Selamat berjuang saudaraku, doaku menyertai saudara, Amin.

Tugas siswa/siswi: 
1.Siaakah Yosua itu dan apa saja yang dilakukannya?
2.Tuliskanlah:
A. beberapa hal yang membuat kamu suka kuatir. 
B. Beberapa hal yang membuat kamu sangat yakin tentang masa depanmu. 
3.Menurutmu apakah yang dimaksud dengan "firman Tuhan sebagai landasan hidup"? dan mengapa setiap orang yg membuat firman Tuhan sebagai landasan hidupnya berhasil dan beruntung? ...
4. Sebutkanlah semua hal yang kamu ketahui tentang Abraham, Ishak dan Yakub. 
5. Menurutmu dan menurut pengamatanmu apa saja kebiasaan orang yang berhasil yang perlu kamu tiru?
Selamat mngerjakan

Sabtu, 25 September 2021

INTAN DAN ARANG

FAKTA ILMIAH YANG MUNGKIN BELUM ANDA KETAHUI!

Tahukah Anda?
Orang Sukses dan orang Gagal pada dasarnya adalah sama. 

Apa Maksudnya ya ungkapan tersebut?

Saat Saya menulis status ini, Saya jadi teringat salah satu bahasan menarik dari Kimia Anorganik.

Just info, Saya kuliah di jurusan: KIMIA ^_^

Nah, saat belajar ilmu tersebut, Saya menemukan fakta ternyata yang namanya INTAN dan ARANG itu sebenarnya tersusun dari unsur yang sama, yaitu Karbon (C).

Yang satu rapuh, gampang dipukul, hancur.....

Yang satu keras, gergajinya aja khusus, sulit hancur...

Yang satu nggak ada nilainya, murahan..

Yang satu nilainya tinggi, mahal....

Anehnya, sekali lagi, keduanya berasal dari unsur yang sama.
Bedanya dimana donk..?

Intan, dihasilkan dari proses yang sangat panjang dan suhu yang sangat panas. Sedangkan arang, dihasilkan dari proses yang sangat pendek dan suhu seadanya.

Nah, ini persis seperti kita, manusia...

Allah udah ciptakan sama.. sama2 BERPOTENSI.

"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baiknya bentuk" "Menurut gambar dan rupa Kita"

Pertanyaannya, apakah kita menggunakan potensi tersebut dengan baik?

Balik lagi ke Intan dan Arang.

Intan, prosesnya panjang, tempaannya keras, suhunya tinggi
Arang, prosesnya pendek, tempaannya biasa saja, suhunya rendah.

Nah, sukses juga sama...

Kalau mau sukses, jangan mau instan.. Pasti berproses. Nikmati prosesnya. Jangan malas. Jangan mudah menyerah.

Mungkin kita cuma ngelihat orang sukses saat mereka sudah "bernilai" saja, nggak ngelihat kan tempaan, ujian, dan prosesnya kaya gimana?

Jangan cuma lihat hasilnya, lihat juga prosesnya, kok bisa kaya gitu....

Share kalau setuju ( disadur dari fb Dewa Eka P )

Catatan:
Yuk join channel telegram Saya disini: https://t.me/dewaekaprayoga. Dapatkan tulisan inspirasi harian dari Saya. GRATIS!

Senin, 29 Juli 2019

BERTUMBUH MENJADI DEWASA

T U G A S 


I. BACA RENUNGKAN DAN TULISKANLAH PESAN DAN PENGERTIAN YG KAMU TEMUKAN DIDALAM NATS FIRMAN TUHAN DIBAWAH INI:
1. KELUARAN 2:1-10:..............................................
2. MAZMUR 31:15:...................................................
3. MAZMUR 37:23:...................................................
4. MAZMUR 139: 13-16:............................................
5. AMSAL 17:1:..........................................................
6. LUKAS 2:41-52: .....................................................
7. 1KORINTUS 3:1-4: ...............................................
8. EFESUS 4:30-32:....................................................
9. KISAH RASUL 16:31:...........................................................
10. KISAH RASUL 4:12:.............................................

Defenisi Asfek2 Dewasa:

II. CARIALH DI INTERNET ARTI DARI ASFEK DEWASA DIBAWAH INI:
1.  Aspek Fisik atau Jasmani: .............................................................
2. Aspek Intelektual atau Berfikir: .....................................................
3. Aspek Emosi: ..................................................................................
4. Aspek Sosial: ...................................................................................
5. Aspek Moral & Spiritual: ................................................................
6.  Identitas Diri: .................................................................................


Tulis dibuku masing masing. Gbu all

     

Rabu, 19 Juni 2019

DEWASA

1.      Aspek Fisik atau Jasmani
     Yang termasuk dalam aspek fisik selain bertambahnya tinggi, berat badan juga otot-otot adalah hal-hal seksual, yaitu perkembangan kemampuan organ seksual maupun ciri-ciri seksual yang semakin membedakan antara pria dan wanita.
     Ciri-ciri dewasa dalam aspek fisik yaitu :
1   Menerima hal-hal tidak bisa diubah dari ciri-ciri fisik yang ada sejak lahir,
2   Menempatkan seks pada proporsi yang wajar.
3   Dapat memilih makanan yang memenuhi persyaratan gizi.
4   Memiliki keseimbangan antara bekerja dan istirahat.
     
       2.   Aspek Intelektual atau Berfikir.
     Menjadi dewasa secara intelektual berarti menggunakan akal budi untuk melakukan penilaian tentang benar tidaknya sesuatu sehingga terjadi pertimbangan yang matang dalam menghadapi masalah atau mengambil keputusan. 
     Ciri-ciri dewasa dalam aspek Intelektual :
1.   Dipimpin akal sehat.
2.   Tekun.
3.   Hidup dalam dunia realitas.
4.   Melihat ke masa depan.
5.   Menarik manfaat dari kegagalan.
6.   Rajin dan mau berusaha.
7.   Memiliki inisiatif.

3.   Aspek Emosi.
     Dewasa secara emosi artinya mampu mengendalikan perasaan dengan cara yang tepat untuk alasan yang tepat dan ditunjukkan pada orang yang tepat.
Ciri-ciri dewasa dalam aspek Emosi :
1.   Dapat mengontrol emosi.
2.   Percaya pada diri sendiri.
3.   Bebas dari iri hati.
4.   Dapat menunggu untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
5.   Memiliki emosi yang wajar dan dengan kadar yang sesuai : malu, takut, rasa
      bersalah.
6.   Tidak merasakan kesepian walaupun sendirian.
Catatan : Alienasi : mudah merasa kesepian walaupun di tengah keramaian.

4.   Aspek Sosial.
Ciri-ciri dewasa dalam aspek Sosial :
1.   Memiliki teman baik pria dan wanita.
2.   Dapat bergaul dengan teman sebaya maupun yang beda usia.
3.   Tidak terpengaruh oleh teman sebaya (bebas dari peer pressure).
4.   Melihat dari sudut orang lain (dapat merasakan sukacita/dukacita orang lain).
5.   Melihat apa yang baik pada orang lain.
6.   Obyektif dalam menilai diri sendiri dan orang lain, mengaku kalah ketika
      memang kalah.
7.   Menghormati orang tua, tetapi tidak bergantung pada mereka.
8.   Memiliki rasa humor, mampu menertawai diri sendiri.
9.   Bertanggung jawab atas kesalahan pribadi.
10. Dapat menyesuaikan diri dan menempatkan diri.
11. Senang atas keberhasilan orang lain.
12. Dapat mempercayai orang lain.
13. Sabar mendengar cerita orang lain.
14. Bisa dekat dengan orang lain dan membina keintiman.

5.   Aspek Moral & Spiritual.  
Ciri-ciri dewasa dalam aspek Moral-Spiritual  :
1.  Menerima nilai moral yang berlaku universal untuk kebaikan semua (jujur, tanggung jawab, keberanian, keadilan, kebenaran, komitmen, kepedulian, kesetiaan, kesabaran, toleransi, kerjasama, integritas, menghormati hak orang lain, pengorbanan untuk sesuatu yang luhur/mulia).
2.  Berbuat baik pada orang lain.
3.  Takut akan Tuhan.
4.  Memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.
5.  Menggunakan hidupnya untuk memuliakan Tuhan.
6.  Bersyukur untuk apa yang dimiliki.
7.  Tahan menderita secara wajar.
    
     6. Identitas Diri.
Orang yang dewasa dalam aspek identitas diri ini mengenal bukan hanya kekuatan, melainkan juga kelemahan dirinya ; ia tidak menjadi sombong dengan semua kelebihan yang dimiliki karena pada saat yang sama ia tahu bahwa kekurangannya pun ada.
Pemahaman tentang identitas diri sering dikaitkan dengan harga diri atau konsep diri, yaitu bagaimana seseorang menghargai dan menilai dirinya sendiri.

Minggu, 13 Januari 2019

ORANG DEWASA, AWAS LIDAHMU!

Yakobus 3:1-12
Tetapi tidak seorang pun yang menjinakkan lidah, ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan racun yang mematikan. (ayat 8)
Lidah, merupakan salah satu organ tubuh yang kecil. Lincah berkelit tidak mudah tergigit. Bentuknya mini, andilnya maxi. Oleh lidah, kita mengecap dan bertutur kata. Bahkan melalui lidah penyakit yang sedang dialami dapat dideteksi. Lidah yg berwarna kuning ada bakteri, yg warna merah ungu, jantung panas, berwarna merah disisi lidah, berati sakit empedu dan ginjal, jika lidah berwarna ungu, bab tidak lancar. Lidah retak tandanya masuk angin dan jika warnanya pucat tandanya orang itu sedang kurang darah. Dengan lidah orang memuji Tuhan, dengan lidah pula orang dapat menghujat sesame ciptaan Tuhan. Melalui lidah, orang Kristen membangun persekutuan dan dengan lidah itu pula persekutuan itu dapat dihancurkan. Dengan lidah orang dapat berhasil atau menjadi terdakwa dipengadilan. Lidah itu tajam, bahkan lebih tajam dari pedang. Mudah terhujam, menimbulkan perpecahan dan awal terjadinya perang. Lidah itu penting sekaligus berbahaya, sebab itu setiap orang percaya harus sungguh-sungguh mengawasi dan mengendalikan lidahnya (Ams 10:19-21).
Rasul Yakobus mengibaratkan lidah kita yang kecil itu dengan beberapa hal, yaitu:
Pertama, Sebagai mulut kuda yang harus dikenakan tali kekang. Kuda itu kuat, larinya cepat, geraknya tangkas. Oleh kuda jarak jauh menjadi dekat, beban berat menjadi ringan. Kuda merupakan symbol keperkasaan dan kemapanan orang. Kuda yang sudah dikendalikan, menjadi berkat bagi pemiliknya. Demikian juga lidah yang dikendalikan, pengaruh positifnya sangat besar. Dengan lidah orang menjadi orator ulung dan meraup untung. Dengan lidah orang menghibur dan masyhur. Dengan lidah orang meyakinkan orang sehingga bertindak sesuai yg dikehendaki.  Manfaatnya besar  tak terbantahkan. Bentuknya mini, tetapi manfaatnya maxi, haleluya!!!. 
KeduaSebagai Kemudi kecil yang dapat mengendalikan kapal besar. Kapal itu besar dan berlayar ke arah yg samar. Tetapi dengan kemudi kecil, kapal besar dikendalikan sehingga selamat ditujuan. Lidah adalah kemudi. Lidah menuntun diri sendiri dan menuntun orang lain. Lidah yang diperbaharui akan memastikan kita tiba ditujuan seperti yang dirancang Tuhan, bahkan menjadi berkat besar bagi dunia, (Amsal 12:18-19). Hikmat dan kebodohan orang dapat dikenal melalui lidahnya. Berbahagialah orang yang mampu mengawasi dan mengendalikan lidahnya.
Ketiga, Sebagai Api yang mampu membakar habis hutan yang luas. Api yang kecil menolong manusia. Kita menjadi hangat, makanan jadi matang. Tetapi jika api sudah besar, ia menjadi musuh yang menakutkan. Susah dihadang apalagi dipadamkan. Besar kecilnya api tergantung manusia. Jika kita mengawasi sejak kecil, api itu menjadi rahmat. Jika tak ada yang dibakar api tidak akan kemana-mana. Demikan juga dengan lidah. Kita awasi dan kita kuduskan. Tong kosong nyaring bunyi, demikian pepatah berkata. Banyak berkata banyak dusta, demikian orang bijak berpesan. Sebaliknya, tak berkata juga salah. Niat yg luhur, saran yang manjur serta Visi yang kudus tak dapat dimengerti orang lain. Boleh berkata banyak, tetapi jujur dan tulus. Melalui perkataan, kita menguatkan yg lemah dan dengan kata pula yang putus asa kita bangunkan harapan baru. Perkataan kita Jadi berkatt!!!
Keempat, Sebagai Binatang buas yang ganas dan mematikan. Buas artinya ganas, tak punya konfromi apalagi belas kasih. Lidah yang lembut disebut bagai binatang yang buas, luar biasa. Itu artinya lidah itu sangat ganas, salah-salah dapat menjadi boomerang dan tombak yg menusuk hati orang lain. Situasi yang aman bisa jadi rusuh, yang akur bisa bertempur, yg kasmaran jadi bertengkar, yang bulan madu bisa pisah ranjang, semuanya karena binatang buas  yaitu lidah. Mulutmu adalah harimaumu, demikian orang bijak berpesan supaya awas dengan perkataannya.
Dari empat gambaran tentang lidah tersebut, dua yang mengarah utk kebaikan dan dua lagi mengarah pada ancaman. Artinya, lidah itu memiliki potensi positif dan potensi negative yang sama besar, tergantung orang yang mempergunakannya.
Apa yg harus kita lakukan supaya lidah kita mengarah pada hal-hal positif? 
Firman Tuhan berkata, jagalah hati (Ams 4:23) dan kuduskanlah mulut, itulah solusi utamanya. Roma 10:10 mengatakan: “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan”. Artinya, pemahaman sebagai orang yang sudah diselamatkan sangat penting. Kemudian kerinduan untuk diperbaharui terus menerus oleh Roh Kudus adalah tingkatan selanjutnya. Dengan demikian, kita mampu mencerminkan kekristenan yang sejati yang selalu berkata positif dan yang membangun. 
Hidup yang sudah dipulihkan Kristus akan memiliki lidah yg dikuduskan. Dan lidah yg sudah dikuduskan menghasilkan perkataan yang selalu memuliakan Kristus sehingga menjadi jalan berhasil setiap orang, Haleluyah...... Amin. 
(Doaku menyertai setiap saudara, Pdt Haposan R Hutapea, STh, MA)

TUGAS SISWA:
Bacalah renungan ini dengan seksama, kemudian buatlah 25 soal pilihan ganda berdasarkan tulisan renungan tersebut diatas............, YCB all. (Beri tanda utk jawaban yg benar)

Pilihan jawaban, cukup A, B, C. 
Contoh:
A. Berdoa
B. Bernyanyi
C. Menari

Tugas mandiri melengkapi Materi zoom hari Jumat. Kerjakan dibuku masing2 sambil santai dirumah... 

Bapak tagih hari jumat